Minggu, 31 Oktober 2010

Jagalah Mulutmu

Jika hari selasa (26/10/2010) terjadi letusan Gunung Merapi maka pada hari sebelumnya berdasarkan Badan Meteorologi dan Geofisika terjadi gempa bumi skala 7,2 richter di kepulauan Mentawai. Pusat gempa berada di sekitar kedalaman 10 km, 78 km Barat Daya Pagai Selatan Mentawai, 3.61 Lintang Selatan 99.93 Bujur Timur, pada pukul 21.42 Waktu Indonesia Bagian Barat. Sampai dengan hari ini (01/10/2010) berdasarkan kompas tercatat 450 orang meninggal dan 96 orang belum ditemukan. Banyak yang dapat saya ambil hikmahnya dari peristiwa tersebut agar dikemudian hari menjadi lebih baik. Salah satu yang saya ambil adalah perkataan dari si zuki (Ketua DPR saat ini).

Si zuki berkata, berdasarkan detik, "Mentawai kan jauh. Itu konsekuensi kita tinggal di pulaulah. Siapa pun yang takut kena ombak jangan tinggal di pinggir pantai. Sekarang kalau tinggal di Mentawai ada peringatan dini dua jam sebelumnya, sempat nggak meninggalkan pulau?Kalau tahu berisiko pindah sajalah. Kalau rentan dengan tsunami dicarikanlah tempat. Banyak kok di daratan" Pada awalnya saya berpikir "kok Ketua DPR perkataanya seperti ini ya ?? Tidak menyejukkan hati... Tidak ada empati (Empati berdasarkan wikipedia.org adalah kemampuan seseorang untuk mengenali, mempersepsi, dan merasakan perasaan orang lain.)" Akibat perkataanya sekitar 95% rakyat ingin mundur, berdasarkan sumber kaskus. Ini akibat perkataan dari mulut yang tidak dijaga.

Jadi jagalah mulutmu!!! Seperti ada pepatah "Karena mulut badan binasa" yang artinya menjadi celaka oleh tidak pandai menjaga perkataannya.(berdasarkan wikiquote)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar